Blogger news

Jumat, 18 April 2014

Apa itu IP Address? dan Bagaiman Caranya Mengetahui IP Addres Kita?

Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antara 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.

Kalau dalam bahasa intelektualnya IP address adalah sistem pengalamatan di network yang di representasikan dengan sederetan angka yang dikombinasikan antara 4 Deret bilangan, yaitu antara 0 sampai 255 yang masing-masing dipisahkan dengan tanda titik.

contoh IP address:

192.168.5.6

(terdiri dari 4 deret angka yang dipisahkan tanda titik, dan angka pada masing-masing deretnya berkisar dari 0-255).

Nah, setelah tau apa itu IP Address, sekarang kita bahas tentang Bagaiman Caranya Mengetahui IP Addres Komputer Kita:

Caranya sangat mudah, klik link ini dan sobat akan segera tau alamat IP addressnya,,,

IP Address (Internet Protocol Address ) merupakan sebuah alamat komputer yang unik pada jaringan internet atau komputer. IP Address ini jika di dunia nyata adalah alamat rumah kita yang mempunyai no rumah, kemudian ada kode pos untuk membedakan daerah, kemudian ada informasi wilayah juga (negara mana, provinsi mana, kota mana).
IP Address yang kita gunakan sekarang adalah IP versi 4 , dimana IP ini sudah habis dan untuk mengatasi masalah ini muncul IP versi 6. Karena IP versi 4 sudah habis, maka IP yang kita gunakan istilahnya IP tebengan dari operator atau penyedia layanan internet kita. Jadi IP yang ada di komputer kita merupakan pemberian dari Operator (lokal area), maksudnya jika kita pergi untuk menjelajah internet kita menggunakan KTP (IP Address) dari Operator atau penyedia layanan internet kita.
Kalau nggak percaya bisa di cek sendiri, caranya :
1. Windows
  • Jalankan  Run (Windows + R)
  • Ketikan cmd
  • Setelah itu muncul Command Prompt
  • ketik ipconfig
  • cari yang tulisannya ipv4 address
  • Nah itu IP komputer anda (misal : 10.44.166.122)
2. Linux (Ubuntu)
  • Jalankan terminal (Ctlr + T)
  • kemudian akan muncul terminal
  • ketik ifconfig
  • cari yang tulisannya ipv4 address
  • Nah itu IP komputer anda (misal : 10.44.166.122)
Kemudian bandingkan dengan mengecek IP yang dikenali oleh internet, cek dengan mengklik disini . Nah nanti akan muncul IP dan keterangannya, dan nama pemilik IP itu adalah nama Operator atau penyedia layanan internet anda beserta lokasinya.

Senin, 14 April 2014

Mau Dapat Pendapatan Online..? gabung di http://klikq.com

Bagi yang baru akan memasang kode iklan KlikQ ke blog/web anda buatlah tempat terbit baru dengan masuk ke Menu TEMPAT TERBIT BARU di atas.

Komisi Publisher yang telah memenuhi syarat minimum transfer Rp 50ribu TEPAT PADA AKHIR BULAN otomatis bergeser ke menu PEMBAYARAN dan akan memasuki tahap investigasi dan verifikasi sebelum ditransfer pada AWAL BULAN (antara tgl 1 s.d. 7). Bila minimum transfer BARU DICAPAI setelah lewat batas akhir bulan maka akan masuk ke siklus AWAL BULAN BERIKUTNYA LAGI (tidak ditransfer pada awal bulan tersebut). Komisi yang telah dibayar otomatis terlihat pada penambahan saldo Komisi Telah Dibayar di tabel bawah ini.

Ringkasan Statistik Anda sebagai Publisher & Berita dari Admin
Jumlah tempat terbit0
Impresi (tayang) total0
Jumlah klik total0
Rasio klik per impresi0.00%
Komisi Telah DibayarRp 0.00
Jumlah komisi belum dibayarRp 0.00
Siklus Pembayaran Komisi
Siklus Pembayaran Komisi adalah setiap 1 bulan, dan pada awal bulan komisi yang telah cukup mencapai seting minimum pembayaran otomatis masuk ke daftar tunggu untuk diproses antara tanggal 1 s.d. 7 setiap awal bulannya. Proses bergesernya komisi ke daftar tunggu terlihat pada menu PEMBAYARAN. Pembayaran komisi dilakukan setelah kami mengadakan VERIFIKASI dan INVESTIGASI terlebih dahulu terhadap data akun publisher bersangkutan, yang dilakukan untuk memastikan komisi diperoleh dengan cara sah (bukan fraud click, trik curang rekayasa klik sendiri, software proxy, dsb).
01/11/2013, 4:16

Data Profil Akun
Lengkapi data profil akun publisher anda di menu Edit Akun di kanan atas. Terutama data rekening bank anda untuk menerima transfer komisi dari KlikQ.Com. Komisi KlikQ akan direalisasikan setiap awal bulan berikutnya (antara tanggal 1 s.d. 7) apabila sudah mencapai minimum threshold (jumlah minimal pembayaran komisi) sebesar Rp 50.000 tepat pada jam 00:00 WIB setiap tanggal terakhir bulan tersebut.
13/08/2013, 21:00

Perbedaan Akun Advertiser dan Publisher 
Perlu diperhatikan! Di KlikQ.Com akun Advertiser dan Publisher berada pada area berbeda, sehingga anda perlu melakukan pendaftaran secara terpisah. Anda bisa menggunakan email dan username yang sama pada saat mendaftar secara terpisah pada bagian Advertiser maupun Publisher, agar anda mudah mengingat kedua tipe akun keanggotaan

Cara Asik Menghasilkan Uang Melalui PayPal



uang Paypal
PayPal yang selama ini kita ketahui sebagai alat untuk mengirim dan menerima pembayaran secara online, ternyata bisa juga dijadikan sumber uang lho kalau kita mau dan jika kita tahu caranya. Pada kesempatan kali ini, admin mencoba membagikan beberapa caranya kepada semua pembaca yang ingin mencoba menghasilkan uang paypal. Satu hal yang pasti yang perlu kita catat, jika kita menginginkan hasil yang serius, kita juga harus berusaha yang serius tentunya. Dan berikut 4 asik cara menghasilkan uang paypal.
1. Program Bonus Perujukan
Sebelum mengikuti program bonus perujukan, kamu harus memiliki rekening akun paypal terlebih dahulu (buat kamu yang belum memiliki akun PayPal, bisa daftar paypal melalui tautan di samping —> daftar PayPal).
Bagaimana cara kerja program ini? Setiap orang/pedagang baru yang mendaftar rekening akun paypal baik yang jenis akun Bisnis ataupun akun Primer melalui tautan/baner rujukan milik kamu, kamu layak mendapatkan Bonus Perujukan (refferal) Pedagang. Kamu akan segera memperoleh 0,5% dari penghasilan pedagang baru hingga $1.000,00 USD selama 12 bulan pertama pedagang tersebut memiliki rekening PayPal.
uang paypal
Setelah kamu memiliki akun paypal, sekarang kamu bisa memulai program ini. Pertama kamu login lalu lihat tautan ‘perujukan’ pada bagian bawah halaman awal rekening akun paypal kamu (lihat gambar di bawah). Setelah itu dapatkan tautan rujukan milik kamu (tersedia berupa tautan dan juga baner).
uang paypal
Kemudian tautan itu kamu bisa promosikan melalui blog ataupun sosial media seperti facebook, twitter, kaskus dll. Dan jangan lupa berikan ajakan untuk untuk mendaftar paypal dan berikan juga sedikit informasi tentang keuntungan memiliki akun paypal, supaya teman-teman kamu mau mendaftar paypal. Untuk sekedar informasi, pengguna Paypal di Indonesia masih terbilang sedikit, jadi masih ada peluang yang besar mengajak/merujuk orang-orang untuk mendaftar paypal.
2. Menjual Balance PayPal
Pada cara yang satu ini kamu harus memiliki sumber dana/balance pada akun paypal, kamu bisa mendapatkan balance paypal dengan cara membeli dari penjual balance paypal. Jadi cara kerjanya adalah dengan membeli dan menjual balance paypal kembali, disini kamu mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dengan harga yang kamu jual. Selain itu, sumber dana bisa kamu dapatkan dengan menggunakan kartu kredit, caranya dengan menghubungkan kartu kredit milik kamu dengan akun paypal. Setelah itu kamu bisa mengirimkan balance paypal kepada pembeli walaupun saldo/uang/balance pada kamu paypal kamu hanya US$ 0,- karena semua pengiriman balance (dalam hal ini disebut sebagai pengeluaran) akan terdebet langsung pada tagihan kartu kredit.
3. Menjual VCC
Sebelum menjual VCC, kamu harus tahu dulu apa itu VCC. Disini admin tidak akan menjelaskan detail VCC secara lengkap, pada dasarnya VCC (Virtual Credit Card) itu adalah semacam kartu elektronik yang tidak berbentuk yang dibuat/dicetak dari kartu kredit asli dan biasanya digunakan untuk keperluan belanja secara online, fungsinya mirip dengan kartu kredit pada umumnya hanya berbeda pada bentuknya saja (VCC berbentuk elektronik). Selain itu VCC juga bisa digunakan untuk melakukan verifikasi paypal, dengan begitu otomatsi para penjual VCC akan sangat diburu oleh para pengguna paypal.
Untuk membuat VCC, hal pertama yang kamu butuhkan tentu saja adalah sebuah kartu kredit. Setelah itu kamu bisa mencetak/membuat VCC pada situs seperti entropay.com, admin disini tidak akan menjelaskan langkah-langkah membuat VCC. Karena di blog lain sudah banyak yang membahas langkah-langkah untuk membuat VCC. Pada umumnya, kamu akan dikenakan biaya sebesar US$ 20,00 (dua puluh dollar) pada saat registrasi awal memasukkan kartu kredit, namun dari US$ 20 itu kamu bisa mencetak sekitar 8 sampai dengan 10 VCC yang selanjutnya bisa kamu jual dengan harga yang terjangkau sekaligus tetap menguntungkan.
4. Berjualan Barang/Jasa (Menerima Pembayaran PayPal)
Menerima pembayaran dengan paypal? maksudnya bagaimana? pada cara yang satu ini memang uang dihasilkan dari barang/jasa yang kita jual, namun apabila ketika kita menerima pembayaran dengan paypal, seketika kita juga telah membuka pangsa pasar secara internasional mengingat paypal tersedia di 190 pasar (baca:negara) dengan 24 mata uang di seluruh dunia. Dengan pangsa pasar internasional yang luas, uang yang dihasilkan pun otomatis juga semakin besar. Bukankah itu berarti secara tidak langsung paypal dapat/makin menghasilkan uang yang lebih besar untuk kita.

Sabtu, 05 April 2014

MASALAH-MASALAH PEMBANGUNAN


MASALAH-MASALAH PEMBANGUNAN( Dosen H. Abbas Saleh, SE.MS,i )

1.      Kemiskinan
        Negara-negara berkembang telah jatuh ke dalam lingkaran setan kemiskinan, Nurkse mengatakan : menempatkan suatu Negara miskin terus menerus dalam suasana kemiskinan, misalnya simiskin mungkin tidak cukup makan, karena kurang makan, maka kesehatannya menjadi lemah, kelemahan fisiknya menyebabkan bahwa ia tidak cukup makan lagi, dan seterusnya.
       Dasar lingkaran setan ini berasal dari fakta bahwa di dalam Negara-negara berkembang produktivitas total adalah rendah karena kekurangan modal, ketidak sempurnaan pasar, keterbelakangan ekonomi. Produktivitas yang rendah terlihat dalam rendahnya pendapatan rill, Tingkat pendapatan rill yang rendah berarti tingkat seving rendah, mengakibatkan tingkat investasi yang rendah dan  kekuarangan modal. Dan sebaliknya kekurangan modal menyebabkan tingkat produktivitas yang rendah dengan demikian lengkaplah sudah lingkaran setan itu dari segi supply.
         Lingkaran setan lain menguatkan dan berjalan bersama dengan lingkaran setan diatas, dari segi demand lingkaran itu adalah sebagai berikut : Tingkat pendapatan rill yang rendah mengakibatkan rendahnya permintaan dan sebaliknya menyebabkan rendahnya tingkat investasi dan karena itu menimbulkan lagi kekuarangan modal dan produktivitas rendah.
       Lingkaran setan yang ketiga terdapat dalam keterbelakangan sumber-sumber alam dan manusia. Penyumbangan sumber alam tergantung pada kapasitas produkstif rakyat Negara itu, jika penduduk terkebelakang dan buta huruf, sehingga tidak memiliki keterampilan teknis, pengetahuan dan kewiraswastaan, maka sumber alam tetap tidak dimanfaatkan/kurang dimanfaatkan, sebaliknya secara ekonomis terkebelakang karena sumber-sumber alam tidak dikembangkan, karena sumber-sumber alam tidak dikembangkan, karena sumber alam tidak/kurang dikembangkan merupakan hal kurang baik sebagai konsekwensi maupun sebab dari rakyat yang terkebelakang.
      Jadi kemiskinan dan keterbelakangan ekonomi adalah sama sebuah Negara adalah miskin karena Negara itu terkebelakang. Sebah Negara terkebelakang karena Negara itu miskin dan tetap terkebelakang, karena Negara itu memiliki sumber yang terkutuk tetapi kutukan yang lebih pedas adalah bahwa kemiskinan bersifat kekal. Dalam memperoleh gambaran secara garis besar atas masalah distribusi pendapatan dan kemiskinan di Negara-negara berkembang. Kita telah memahami bahwa perpaduan tingkat pendapatan perkapita yang rendah dan distribusi yang sangat tidak merata akan menghasilkan kemiskinan absolute, pemahaman terhadap kadar dan jangkauan distribusi pendapatan merupakan landasan dasar bagi setiap analisis masalah kemiskinan di Negara-negara yang berpendapatan rendah.
       Salah satu generaliasi(anggapan sederhana) yang paling sahih mengenai penduduk miskin adalah bahwasanya mereka pada umumnya bertempat tinggal di daerah pedesaan, dengan mata pencaharian pokok di bidang pertanian dan kegiatan-kegiatan lainnya yang erat hubungan dengan sektor tradisional tersebut, sebagai contoh telah diketahui bahwa sekitar dua pertiga penduduk miskin di Negara-negara berkembang masih menggantungkan hidup mereka dari pola pertanian yang subsisten, baik sebagai petani kecil atau buruh tani yang berpenghasilan rendah, selanjutnya sepertiga penduduk miskin lainnya kebayakan juga tinggal di pedesaan dan mereka semata-mata mengandalkan hidupnya dari usaha-usaha jasa kecil-kecilan dan sebagaian kampung kumuh dipusat kota dengan berbagai macam mata pencaharian rendah seperti penyapu jalan, pedagang asongan, kuli kasar dll. Dapat disimpulkan bahwa Negara Afrika dan Asia sekitar 80% hingga 90% kelompok miskin bertempat tinggal di pedesaan, sedangkan di Amerika latin mencapai 50%. Untuk itu kebijakan pemerintah dalam upaya untuk mengurangi kemiskinan harus diarahkan langsung kepada pembangunan desa pada umumnya dan sektor-sektor pertanian pada umumnya. Bukan tercurah ke daerah-daerah perkotaan dan berbagai sektor ekonominya yakni sektor industry modern dan komersial lainnya.
2.      Distrubusi Pendapatan
        Badan Riset dan Bank Dunia dan Institute of Development Studies dari Universitas Sussex telah mengadakan usaha bersama untuk mengadakan serentetan analisa mengenai distribusi pendapatan dalam pembangunan ekonomi Negara-negara berkembang. Di antara analisa tersebut adalahAnalisa Ahluwalia yang memberikan gambaran mengenai keadaan distribusi pendapatan. Di beberapa Negara pada beberapa tahun dan pengaruh pembangunan ekonomi terhadap distribusi pendapatan berikut ini diringkaskan hasil-hasil dan studi tersebut.
        Mengenai keadaan distribusi pendapatan di beberapa Negara, analisanya memberikan gambaran mengenai distribusi pendapatan relative maupun distribusi pendapatan mutlak. Yang dimaksud dengan distribusi pendapatan relative adalah perbandingan jumlah pendapatan yang diterima oleh berbagai golongan penerima pendapatan. Dan penggolongan ini didasarkan kepada besarnya pendapatan yang mereka terima. Sedangkan distribusi pendapatan mutlak adalah persentase jumlah penduduk yang pendapatannya mencapai suatu tingkat pendapatan tertentu atau kurang dari padanya.
       Untuk menggambarkan distribusi pendapatan relative di beberapa Negara, Ahluwalia menggolongkan penerima-penerima pendapatan dalam tiga golongan yaitu 40 persen penduduk yang menerima pendapatan paling rendah, 40 persen penduduk pendapatan menengah dan 20 persen penduduk berpendapatan paling tinggi. Sebenarnya di beberapa Negara berkembang distribusi pendapatan penduduknya tidak seburuk seperti yang dinyatakan diatas. Dengan membedakan Negara-neghara berkembang menjadi dua golongan yaitu golongan yang distribusi pendapatannya lebih merata dan golongan yang distribusi pendapatannya sangat tidak merata, maka ternyata bahwa gambaran mengenai  distribusi pendapatan di Negara-negara ini sangat berbeda sekali dengan yang dinyatakan diatas. Penyelidikan Ahluwalia menunjukkan bahwa di segolongan Negara-negara berkembang 40 persen penduduk yang berpendapatan paling rendah 18 persen dari keseluruhan pendapatan masyarakat. Dan sebaliknya di segolongan Negara lainnya 40 persen penduduk dengan pendapatan terendah menerima 9 persen dari keseluruhan pendapatan masyarakat. Jadi ternyata di antara Negara-negara berkembang terdapat Negara-negara yang distribusi pendapatannya lebih baik pada distribusi pendapatan rata-rata di Negara-negara maju. Akan tetapi sebaliknya pula terdapat Negara-negara berkembang yang masalah ketidak merataan pendapatan mereka sangat serius.
3.      Pengangguran
        Dalam pembangunan ekonomi Negara-negara berkembang, pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius dari pada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan rendah. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi ekonomi tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat dari pada pertambahan penduduk oleh karenanya masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin lama semakin bertambah serius. Walaupun para ahli ekonomi telah menyadari bahwa masalah pengangguran di Negara-negara miskin  keadaan semakin memburuk.
           Pengangguran-pengangguran tersebar diberbagai daerah yaitu mereka terdapat di daerah-daerah urban maupun di daerah pedesaan. Di daerah-daerah pedesaan pengguran yang terjadi biasanya dibedakan dalam dua pengertian: pengangguran tersembunyi dan pengangguran musiman. Pengangguran tersembunyi biasanya diartikan sebagai golongan tenaga kerja yang produktivitasnya batasnya adalah nol atau negative, sehingga walaupun mereka berkerja usaha mereka tersebut tidak akan menaikkan produksi. Sedangkan pengangguran musiman adalah pengangguran yang terjadi pada masa-masa tertentu yaitu  pada bulan-bulan di mana kegiatan pertanian atau kegiatan produksi lainnya di daerah pedesaan lebih sedikit dilakukan dibandingkan dengan pada masa-masa lainnya
4.      Bantuan Luar Negeri.
          Aliran modal luar negeri dinamakan bantuan luar negeri apabila ia mempunyai dua ciri-ciri berikut: pertama ia merupakan aliran modal yang bukan di dorong oleh tujuan untuk mencari keuntungan dan kedua dana tersebut diberikan kepada Negara penerima atau dipinjamkan dengan syarat-syarat yang lebih ringan dari pada yang berlaku dalam pasar internasional. Berdasarkan dari dua ciri tersebut, aliran modal dari luar negeri yang tergolong sebagai bantuan luar negeri adalah pemberian(grant) dan pinjaman luar negeri(loan) yang diberikan oleh pemerintah Negara-negara maju atau badan-badan internasional yang khusus di bentuk untuk memberikan pinjaman semacam ini, seperti Bank Dunia. Bank Pinjaman Pembangunan Asia dan sebagainya Aliran modal dari luar negeri lainnya yaitu pinjaman dari perusahaan-perusahaan swasta dan badan-badan keuangan swasta dan penanaman modal asing tidaklah memenuhi syarat untuk digolongkan sebagai bantuan luar negeri.
        Pemberian merupakan suatu bantuan penuh dari Negara donor kepada Negara penerima. Karena Negara penerima tidak diwajibkan untuk membayar kembali atau melakukan balas jasa lain sebagai imbalan kepada pemberian tersebut. Sedangkan pinjaman luar negeri yang berasal dari pemerintah dan badan-badan internasional yang dijelaskan diatas bukanlah bantuan penuh karena Negara penerima mempunyai kewajiban untuk membayar kembali dan membayar bunga atas pinjaman tersebut. Besarnya unsur bantuan yang terkandung dalam pinjaman Luar negeri terkandung kepada syarat-syarat pembayaran kembali dari bantuan tersebut, yaitu tergantung kepada tenggang waktu(grace priod) dan tingkat bunga dari bantuan yang diberikan. Unsur bantuan yang terkandung dalam suatu pinjaman luar negeri bertambah tinggi dan ia dinamakan sebagai pinjaman bersyarat ringan(soft loan) apabila tenggan waktu bertambah lama, jangka waktu pembayaran kembali bertambah panjang dan tingkat bunganya bertambah rendah. Apabila syarat-syarat tersebut adalah sebaliknya yaitu tenggang waktu dan jangka masa pembayaran kembali adalah relative singkat dan bunga relative tinggi, maka pinjaman luar negeri itu tergolong sebagai pinjaman bersyarat berat(hard loan).
       Bentuk syarat-syarat bantuan yang diberikan kepada suatu Negara berkembang tergantung kepada faktor-faktor ekonomi maupun politik, seperti tingkat pendapatan perkapita, tingkat pertumbuhan ekonomi yang diharapkan, tingkat perkembangan perdagangan luar negeri dari Negara-negara pemberi dan penerima bantuan, jenis bantuan. Oleh karenanya sesuatu Negara donor pada umumnya memberikan syarat-syarat yang berbeda kepada setiap Negara. Walaupun demikian secara umum dapatlah dikatakan bahwa semakin miskin sesuatu Negara dan semakin rumit masalah pembangunan yang dihadapi, semakin ringan syarat-syarat bantuan yang diberikan padanya.
5.      Penanaman Modal Asing.
     Dari uraian-uraian terdahulu telah dapat disimpulkan bahwa masalah kekurangan dana untuk pembentukan modal bukan saja dihadapi oleh sektor pemerintah tetapi juga oleh sektor sewasta. Di Negara-negara berkembang kegiatan ekonomi yang dapat diusahakan oleh pihak swasta masih mempunyai kemungkinan untuk berkembang lebih laju lagi apabila tersedia lebih banyak modal dan terdapat kemampuan untuk menggunakan tambahan modal itu secara lebih efektif. Seperti juga dengan yang berlaku disektor pemerintah. Masalah tersebut dapat diatasi dengan memasukkan modal dari luar negeri, terutama dari Negara-negara maju. Walaupun mempunyai peranan yang sama seperti bantuan luar negeri yang diterima oleh sektor pemerintah, modal luar negeri digunakan untuk mengisi kekurangan modal di sektor swasta tidak boleh digolongkan sebagai bantuan luar negeri, ini disebabkan karena syarat-syarat pinjaman swasta dan penanaman modal asing adalah sama dengan yang berlaku di pasar internasional. Apabila modal tersebut berupa pinjaman maka tingkat bunganya adalah tidak berbeda dengan yang berlaku di pasar internasiona. Dan apabila modal tersebut berupa penanaman modal, maka keuntungan yang akan diperoleh adalah bebas untuk dikirim kembali ke Negara-negara asal modal tersebut, yaitu sesuai dengan cara pembayaran keuntungan yang pada umumnya dilakukan atas penanaman modal asing di Negara-negara maju. Berdasarkan kepada hal ini dapatlah dikatakan bahwa pada umumnya pihak swasta dinegara-negara maju meminjamkan dan menanaman modalnya ke Negara-negara berkembang bukan atas dasar keinginan untuk memberi bantuan tetapi untuk memperoleh keuntungan dari padanya. Oleh karena aliran modal tersebut, walaupun membantu Negara-negara berkembang mengatasi masalah kekurangan tabungan dan mata uang asing berarti memegang peranan yang sama seperti bantuan luar negeri, tidak dapat dipandang sebagai bantuan luar negeri. Berdasarkan kepada sifat-sifatnya, modal asing swasta yang mengalir dari Negara-negara maju ke Negara-negara berkembang dapat dibedakan dalam tiga jenis yaitu Penanaman modal langsung(direct foreign investment), Penanaman modal portofolio(portofolio investment) dan Pinjaman eksport(export credit).
6.      Pemerataan Pembangunan
        Pembangunan Ekonomi Indonesia pada era Orde Baru, sebagai suatu kebijaksanaan pemerintah pada saat itu, untuk mencapai pemerataan pembangunan ekonomi Indonesia, ditetapkan langkah-langkah dan kebijaksanaan-kebijaksanaan pembangunan ekonomi menurut jalur-jalur yang disebut “Trilogi Pembangunan” yaitu :
1.      Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya.
2.      Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi
3.      Terpeliharanya Stabilitas ekonomi yang makin mantap dan dinamis.
    Pemerataan pembanguna dan hasil-hjasilnya diusahakan dalam pencapaian antara lain melalui “Delapan Jalur Pemerataan” yaitu :
1). Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak khususnya pangan
     sandang dan Papan(Perumahan).
2). Pemerataan pembangian pendapatan.
3). Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.
4). Pemerataan kesempatan kerja
5). Pemerataan kesempatan berusaha
6). Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bagi
     generasi muda dan wanita.
7). Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh tanah air
8). Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.
         Dengan pemerataan ini ditujukan untuk terciptanya keadilan social bagi seluruh rakyat           dan bangsa Indonesia. Dan tercapainya kesejahteraan bagi seluruh rakyat bangsa Indonesia.
7.      Dualisme dalam beberapa Aspek Kegiatan Ekonomi
          Sebelum Peran Dunia ke II, Perekonomian di Negara-negara berkembang, suatu keadaan dimana perkembangannya tidak mengalami perkembangan yang diharapkan untuk dapat menjamin peningkatan kesejahteraan masyarakat yang terus menerus. Pembangunan ekonomi di Negara-negara berkembang, mengalami masalah karena timbulnya beberapa jenis dualisme yaitu kegiatan-kegiatan ekonomi atau keadaan ekonomi tidak mempunyai sifat yang seragam, secara tegas dualisme tersebut dibedakan dalam dua golongan.
1). Kegiatan ekonomi dan keadaan ekonomi yang masih dikuasai oleh unsur-unsur yang
     bersifat tradisional.
2). Berbagai kegiatan ekonomi dan keadaan ekonomi yang dikuasai oleh unsur-unsur
     yang bersifat modrn.
Berdasarkan sifat dari keadaan dualisme, maka kita kenal jenis-jenis dualisme :
1.      Dualisme Sosial, yaitu di dalam masyarakat mungkin terdapat dua sitem sosial yang berbeda, misalnya sistem sosial yang berasal dari luar(import) dan juga berlaku sistem sosial pribumi.
2.      Dualisme Teknologi yaitu, suatu keadaan dimana di dalam suatu bidang kegiatan ekonomi tertentu digunakan teknik memproduksi dan organisasi produksi yang sangat berbeda coraknya sehingga mengakibatkan perbedaan produktivitas.
3.      Dualisme Financial, yaitu dinegara berkembang, di dalam masyarakat terdapat dua golongan yaitu terdapat pasar uang yang memiliki organisasi dan terdapat pula pasar yang tidak terorganisir.
4.      Dualisme Regional, yaitu Keadaan di dalam masyarakat adanya ketidak seimbangan diantara tingkat pembangunan di berbagai daerah dalam suatu Negara.

Pertumbuhan dan Pemerataan Pembangunan



Pertumbuhan dan Pemerataan Pembangunan

( Dosen H. Abbas Saleh, SE.MSi )

            Dalam dasawarsa 1970 an diawali oleh perdebatan sengit antara kelompok “Growth” dan kelompok “Equity” yang terakhir ini memperlihatkan kekecewaan yang bermunculan akibat pembangunan yang terlalu GNP-oriented, Ternyata dalam pertumbuhan ekonomi sendiri tidak memberi pemecahan mengenai masalah kemiskinan di Negara-negara sedang berkembang, justru memperlebar jurang perbedaan antara yang kaya dan miskin. Dan timbullah konsep Garis Kemiskinan(Poverty line) yang menunjukkan batas terendah untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia. Mereka dikatakan beradah di bawah garis kemiskinan(absolute poverty) apabila pendapatannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok, seperti sandang, pangan, perumahan, pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Kemudian karena biaya hidup di daerah kota dan di pedesaan berbeda demikian juga antara kelompok-kelompok masyarakat di dalamnya, maka oleh bank Dunia dipakai sebagai ukuran dalam menetapkan garis kemiskinan adalah nilai US $ 50 perkapita setahun untuk tingkat pedesaan dan US $75 perkapita setahun untuk tingkat pendapatan di kota pada keadaan hartga 1971.

Tahap-Tahap Pertumbuhan Ekonomi.

           Rostow, mencetuskan teori pertumbuhan ekonomi yang pada permulaannya dikemukakan sebagai suatu artikel dalam Economic Journal yang kemudian dijadikan buku yangb berjudul “The Stages Of Economic Growth”, menurut Rostow proses pembangunan ekonomi dapat dibedakan dalam 5(lima) tahap yaitu :
1.      Masyarakat tradisional ( the traditional society)

2.      Prasyarat untuk lepas landas ( the precondition for take-off)
3.      Lepas ladas (the take off)
4.      Gerakan kearah kedewasaan (the drive to maturity)
5.      Masa konsumsi tinggi(the age of hight maas consumption)
Analisas Rostow menitik beratkan kepada pembahasan yang didasarkan kepada pandangan bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi sebagai akibat timbulnya perubahan yang fundamental yang terjadi dalam kegiatan ekonomi maupun dalam kehidupan politik dan hubungan social dalam suatu masyarakat.

            Teori Lewis, menganggap bahwa di banyak Negara berkembang terdapat tenaga kerja yang belebihan, tetapi terdapat kekurangan modal. Dengan adanya tenaga yang berlebihan tersebut maka walaupun dari sebagian tenaga kerja itu dipindahkan ke sektor lain, tidak akan berakibat menurunnya produksi. Analisis Lewis dapat dibedakan dalam tiga aspek :
1.      Analisa tentang corak proses pertumbuhan

2.      Analisasa tentang faktor utama yang memungkinkan tingkat penanaman modal menjadi bertambah tinggi.
3.      Analisa tentang faktor-faktor yang menyebabkan porses pembangunan tidak berlaku seperti apa yang digambarkan(coraknya berubah).
Dalam analisanya Lewis menggunakan pandangan yang dikemukakan oleh teori klasik:

1.      Para pengusaha selalu mencari keuntungan yang maksimum.

2.      Pandangang tersebut poin 1, akan mencapai apabila tingkat upah sama besarnya dengan tingkat produksi batas(marginal product).
3.      Penawaran tenaga kerja lebih besar dari pada yang diperlukan(tingkat upah tidak akan mengalami perubahan).
Teori Pertumbuhan Ekonomi Ranis & Fei adalah sama dengan teori Lewis. Teori Ranis&Fei adalah teori pembangunan yang dimaksudkan untuk Negara-negara berkembang, yang disatu pihak menghadapi masalah kelebihan jumlah penduduk sehingga menghadapi masalah pengangguran yang serius dan dilain pihak kekayaan alam yang tersedia yang dapat dikembangkan adalah terbatas. Sedangkan analisa Ranis & Fei sifatnya lebih seimbang dan bahkan dapat terjadi di sektor pertanian, Secara keseluruhan analisa Rani&Fei lebih lebih mendalam dari pada analisa Lewis. Model pembangunan ekonomi Ranis&Fei bukan saja secara lebih terperincih menunjukkan pengaruh dari perubahan dari perubahan produktivitas tenaga di sektor Kapitalis, akan tetapi juga menunjukkan akibat kemajuan tingkat produktivitas disektor pertanian terhadap pembangunan ekonomi yang akan terjadi.

         Ranis&Fei juga menunjukkan pengaruh pertambahan penduduk terhadap proses pembangunan yang akan berlaku, pengaruh sistim pasar terhadap interaksi di antara sektor pertanian dan industry, dan jangka masa(life eyele) dari berlakunya proses pembangunan untuk mencapai tarap Negara industry. Teori pembangunan ekonomi Kaum Klassik dalam garis besarnya adalah sebagai berikut:
1.      Tingkat perkembangan suatu masyarakat sangat tergantung dari : (a). Jumlah penduduk, (b). Jumlah stock alat-alat modal. (c). Luas tanah, (d). Tingkat teknologi.

2.      Pendapatan nasional suatu masyarakat dibedakan menjadi “ Upah, Keuntungan Pengusaha dan Sewa Tanah”
3.      Kenaikan upah akan menyebabkan pertambahan penduduk.
4.      Pembentukan modal ditentukan oleh tingkat keuntungan.
5.      Hukum hasil lebih yang makin berkurang berlaku untuk segala kegiatan ekonomi.
Ahli-ahli ekonomi Klasik terutama hendak menganalisa sebab-sebab dari pertambahan pendapatan nasional jangka panjang dan proses yang mengakibatkan bertambahnya pendapatan nasional. Dari para ahli yaitu :

I.                    Adam Smith. Menurut beliau untuk terjadinya/berlangsungnya perkembangan ekonomi diperlukan adanya spesialisasi atau pembagian kerja(division of labour), sehingga dengan demikian produktivitas tenaga kerja akan bertambah.

II.                  David Ricardo, menganggap bahwa sektor pertanian merupakan suatu sektor perekonomian yang paling penting. Sukarnya menyediakan makanan bagi penduduk yang selalu bertambah merupakan persoalan pokok dalam sistimnya John Stuart Mill, tidak menghargai peranan kemajuan teknologi dalam memperbesar produktivitas di sektor pertanian. Menurut Ricardo, dalam masyarakat ekonomi terdapat tiga pelaku yaitu (1).Kaum Kapitalis, (2). Kaum pekerja dan (3).Tuan Tanah, Kaum Kapitalis mempunyai dua fungsi penting.
1.      Terus menerus mencari kemngkinan yang paling menguntungkan bagi kapitalnya. Sehingga dia berusaha untuk mengalokasikan sumber-sumber yang efesien pada suatu waktu tertentu.
2.      Kaum kapitalis memulai proses perkembangan ekonomi (mereka menginvestasikan kembali laba yang diperoleh).
Sesuai dengan golongan yang di dalam masyarakat, Ricardo membagi “Pendapatan Nasional, menjadi 3(tiga) bagian yaitu(1).Upah, (2).Sewa dan(3) Keuntungan., Analisa selanjutnya membahas mengenai bagian manakah yang paling besar sumbangannya terhadap pendapatan nasional atau perkembangan ekonomi. Ricardo membedakan antara penerimaan(revenue) bruto dan netto. Penerimaan beruto adalah nilai pasar dari barang-barang akhir yang dihasilkan selama suatu priode waktu tertentu. Pendapatan netto adalah penerimaan bruto dikurangi dengan nilai barang-barang yang diperlukan untuk mempertahankan tenaga buruh yang menghasilkan output.

III.                Karl Marx, yang memegang peranan penting dalam proses perkembangan ekonomi adalah “nilai lebih” (surplus value). Kelebihan ini dimiliki oleh kapitalis dalam bentuk keuntungan bersih, bunga dan sewa. Nilai lebih ini dapat diperoleh dengan menaikkan produktivitas buruh, yaitu dengan mengubah tekhik produksi. Perbaikan teknik akan memperbesar jumlah output yang dihasilkan oleh sejumlah buruh, jadi technological progress merupakan faktor penting sekali bagi perkembangan. Dengan teknik yang lebih baik keuntungan dapat meningkatkan, kemudian diinvestasikan. Tetapi hal ini tidak mungkin berjalan secara terus menerus secara otomatis, sehingga perkembangan ekonomi kapitalis akan macet dan bahkan mengalami kehancuran.

IV.                Ahli-Ahli Ekonomi Neo-Klasik, para ahli Neo-Klasik beranggapan bahwa dengan suatu keadaan teknologi tertentu, produktivitas marginal dari capital berkurang dengan terjadinya akumulasi capital semacam ini. Tingkat bunga, tingkat pendapatan menentukan tingkat tabungan.
        Pengertian yang lebih lengkap tentang pemikiran Neo-Klasik dapat diperoleh dengan membahas tiga gagasan yang saling berhubungan dalam pandangan mereka.

1.      Mereka menganggap pembangunan itu sebagai suatu proses yang berangsur-angsur(gradual), yang terus-menerus(continue) <Alfres Marshall>

2.      Mereka menekankan sifat selaras(harmonius) dan komulatif dari prose situ.
3.      Mereka pada umumnya optimis terhadap kamungkinan adanya kemajuan ekonomi yang terus menerus. Optimism itu didasarkan atas dua faktor penting yaitu(a). Keyakinan bahwa kemajuan teknologi yang berjalan terus akan selalu membuka prospek-prospek investasi baru yang sangat menguntungkan. (b). Mereka menduga bahwa setiap penurunan kecil dalam tingkat bunga akan membuat jumlah besar prospek investasi menjadi menguntungkan.
Analisis mereka mengenai produksi digandengkan dengan suatu konsep yang di introduksi oleh Marshall, yaitu external economiec. Dengan istilah internal dan external economies. Marshal membedakan antara keuntungan-keuntungan economiec yang timbul karena bertambahnya skala produksi yang tergantung pada sumber-sumber dan efesiensi masing-masing badan usaha(firm) dan keuntungan-keuntungan yang tergantung pada perkembangan umum dari industry badan usaha itu sendiri atau industry-industri lainnya  yang menjadi sumber dari bahan-bahan yang dibutuhkan.

         Internal economiec adalah keuntunngan yang timbul karena diintroduksinya mesin-mesin yang lebih kompleks, bertambah baiknya organisasi kegiatan-kegiatan pemasaran (marketing) dan penelitian, bertambah luasnya spesialisasi tenaga kerja dan manajemen dan sebagainya, dengan bertambahnya skala pekerjaan sesuai badan usaha, menurut Marshall external economiec tergantung pada keseluruhan volume produksi yang ada disekitarnya. External economiec juga timbul karena perkembangan dari cabang-cabang industry yang saling berhubungan yang satu sama lain saling membantu mungkin karena dipusatkan dalam tempat-tempat yang sama.

       Jadi Marshall menitik beratkan sifat saling tergantung(independent) dan sifat saling melengkapi(complementary) dari perekonomian. Dengan berkembangnya suatu industry disuatu daerah, maka hali ini menarik tenaga-tenaga yang terlatih baik. Tingkat kemajuan teknologi dalam industry itu bertambah karena adanya kesempatan-kesempatan yang lebih baik untuk saling menukar pengetahuan. Perkembangan itu juga mendorong pertumbuhan lain-lain industry untuk mengerjakan hasil-hasil sampingan (by products), untuk mensupplier alat-alat dan untuk memberikan fasilitas-fasilitas bagi pengangkutan dan komunikasi yang dibutuhkan. Akibat-akibat yang memantul(repercussions) yang beraneka ragam minimal memperbaiki prospek-prospek laba bagi badan-badan usaha yang ada dalam industry tadi dan mendorong pekembangan lebih lanjut yang juga mempunyai akibat-akibat expansioner yang lebih lanjut lagi terhadap sektor-sektor lainnya.    

Teori Harrod-Domar



PENGANTAR EKONOMI PEMBANGUNAN
( H. Abbas Saleh, SE. MSi )
Teori Harrod-Domar

        Teori pertumbuhan Harrod-domar dikembangkan oleh dua orang ahli ekonomi sesudah Keynes, yaitu Evsey Domar dan R.F.Harrod. Domar mengemukakan teorinya tersebut untuk pertama kalinya tahun 1947 dalam  American Ekonomic Review, sedangkan Harrod telah mengemukakannya pada tahun 1939 dalam Economic Journal, maka pada hakekatnya teori tersebut sebenarnya dikembangkan oleh kedua-dua ahli ekonomi itu secara bersaingan, terapi karena inti dari teori tersebut sangat bersamaan, maka dewasa ini ia dikenal sebagai teori Harrod-Domar
      Teori Harrod-Domar ini merupakan perluasan dari Analisa Keynes mengenai kegiatan ekonomi nasional dan masalah penggunaan tenaga kerja. Analisa Keynes dianggap kurang lengkap karena tidak menyinggung persoalan mengatasi masalah-masalah ekonomi di dalam jangka panjang. Analisa yang dibuat Harrod dan Domar bertujuan untuk menutupi kelemahan ini. Teori tersebut pada khakekatnya menganalisa mengenai persoalan berikut; “ Syarat-syarat apakah atau  keadaan yang  bagaimanakah yang tercipta dalam perekonomian untuk menjamin agar dari masa ke masa kesanggupan memproduksi yang selalu bertambah sebagai akibat dari penanaman modal akan selalu sepenuhnya digunakan? Dengan perkataan lain teori Harrod-Domar pada hakekatnya berusaha untuk menunjukkan syarat yang diperlukan agar pertumbuhan yang mantap atau steady growth – yang didefinisikan sebagai Pertumbuhan yang akan selalu menciptakan penggunaan sepenuhnya alat-alat modal – akan selalu berlaku dalam perekonomian.
      Harrod dan Domar tetap mempertahankan pendapat dari ahli-ahli ekonomi yang terdahulu yang menekankan tentang peranan pembentukan modal dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi. Tetapi berbeda dengan pandangan kaum Klasik dan Keynes, yang memberikan perhatian pada satu aspek saja dari pembentukan modal, teori Harrod-Domar menekankan kedua aspek dari  pembentukan modal, menurut pendapat kaum Klasik pembentukan modal merupakan suatu pengeluaran yang akan menambah kesanggupan sesuatu masyarakat untuk menambah produksi. Bagi kaum Klasik pembentukan modal adalah pengeluaran yang akan mempertinggi jumlah alat-alat modal dalam masyarakat. Kalau kesanggupan tersebut bertambah, maka dengan sendirinya produksi dan pendapatan nasional akan bertambah tinggi dan pembangunan ekonomi akan tercipta. Keadaan ini akan terjadi karena, seperti telah dijelaskan dalam sebelumnya, kaum klasik berpendapat bahwa “Supply creates its own demand” berarti bertambahnya alat-alat modal yang terdapat dalam masyarakat akan dengan sendirinya menciptakan pertambahan produksi nasional dan pembangunan ekonomi. Karena adanya keyakinan tersebut kaum klasik tidak memberikan perhatian, kepada fungsi kedua dari pembentukan modal dalam perekonomian yaitu untuk mempertinggi tingkat pengeluaran masyarakat.
       Keadaan yang sebaliknya terdapat dalam analisa Keynes yaitu ia mengabaikan sama sekali peranan pembentukan modal sebagai pengeluaran yang akan mempertinggi kesanggupan sektor produksi untuk menghasilkan barang-barang yang diperlukan masyarakat. Dalam Analisa Keynes perhatian lebih ditekankan  kepada masalah kekurangan pengeluaran masyarakat, karena ia menganggap tingkat kegiatan ekonomi ditentukan oleh tingkat pengeluaran seluruh masyarakat dan bukan kepada kesanggupan alat-alat modal untuk memproduksikan barang-barang. Oleh sebab itu dalam menganalisa mengenai penanaman modal, kegiatan tersebut terutama dipandang sebagai tindakan untuk memperbesar pengeluaran masyarakat.
      Teori Harrod-Domar, memperhatikan kedua-dua fungsi dari pembentukan modal tersebut dalam kegiatan ekonomi. Dalam teori Harrod-Domar pembentukan modal dipandang sebagai pengeluaran yang akan menambah kesanggupan sesuatu perekonomian untuk menghasilkan barang-barang, maupun sebagai pengeluaran yang akan menambah permintaan efektif seluruh masyarakat. Teori tersebut menunjukkan suatu kenyataan yang diabaikan dalam analisa Keynes, yaitu apabila suatu masa tertentu dilakukan sejumlah pembentukan modal, maka pada masa berikutnya perekonomian tersebut mempunyai kesanggupan yang lebih besar untuk menghasilkan barang-barang. Dan disamping itu sesuai dengan pendapat Keynes, teori Harrod-Domar menganggap pula bahwa pertambahan dalam kesanggupan memproduksi ini tidak secara sendirinya akan menciptakan pertambahan produksi dan kenaikan pendapatan nasional. Harrod dan Domar sependapat dengan Keynes bahwa pertambahan produksi dan pendapatan nasional bukan ditentukan oleh pertambahan dalam kapasitas memproduksi masyarakat, tetapi oleh kenaikan pengeluaran masyarakat. Dengan demikian walaupun kapasitas memproduksi bertambah, pendapatan nasional baru akan bertambah – dan pertumbuhan ekonomi tercipta – apabila pengeluaran masyarakat mengalami kenaikan kalau dibandingkan dengan pada masa sebelumnya bertitik tolak dari pandangan ini, analisa Harrod-Domar bertujuan untuk menunjukkan syarat yang diperlukan supaya dalam jangka panjang kemampuan memproduksi yang bertambah dari masa-kemasa ( Yang diakibatkan oleh pembentukan modal pada masa sebelumnya) akan selalu sepenuhnya digunakan.
          Teori Harrod-Domar menggunakan beberapa pemisalan berikut : (1). Pada taraf permulaan perekonomian telah mencapai tingkat kesempatan kerja penuh dan alat-alat modal yang tersedia dalam masyarakat sepenuhnya digunakan , (2). Perekonomian tersebut terdiri dari dua sektor yaitu sektor rumah tangga dan sektor perusahaan, berarti pemerintah dan perdagangan luar negeri tidak terdapat (3). Besarnya tabungan masyarakat adalah proporsionil dengan besarnya pendapatan nasional, dan keadaan ini berarti bahwa fungsi tabungan dimulai dari titk 0. (4). Kecondongan menabung batas besarnya tetap dan begitu juga perbandingan di antara modal dengan jumlah produksi – yang lebih lazim disebut “rasio modal produksi(capitaloutput ratio)- dan perbandingan di antara pertambahan modal dengan jumlah pertambahan produksi – yang lazim disebut sebagai rasio pertumbuhan modal produksi (incremental capital output ratio) besarnya tidak berubah.
      Setelah mengemukakan berbagai pemisalan diatas, maka tibalah masanya untuk membahasa inti dari pada teori tersebut. Penanaman modal yang dilakukan masyarakat dalam suatu waktu tertentu diigunakan untuk dua tujuan, untuk mengganti alat-alat modal yang tidak dapat digunakan lagi dan untuk memperbesar jumlah alat-alt modal yang tersedia dalam masyarakat. Oleh sebab itu dalam memperbandingkan jumlah pertambahan produksi dengan penanaman modal yang dilakukan, akan diperoleh dua macam nilai. Nilai yang pertama adalah perbandingan di antara seluruh tambahan produksi yang diciptakan dalam satu tahun tertentu yang diciptakan oleh seluruh penanaman modal, dengan jumlah modal yang ditanamkan tersebut. Maka apabila dalam satu tahun tertentu penanaman modal bernilai Rp.1 milyar akan menghasilkan produksi sebesar Rp.300 juta setiap tahun, maka perbandingan di antara jumlah produksi bertambah dan jumlah modal  yang ditanam adalah sebesar: Rp.300juta/Rp. 1 milyar = 0,3. Tetapi apabila dimisalkan pada waktu sebelumnya alat-alat modal yang baru sepenuhnya digunakan, maka perekonomian tersebut tidak akan dapat mencapai pertambahan produksi sebesar Rp. 300 juta, karena sebagian alat-alat modal yang lama tidak akan menghasilkan barang-barang lagi.

         Misalkan, sebagai akibat dari penyusutan alat-alat modal yang lama, alat-alat modal yang tersisa (alat-alat modal lama yang belum disusutkan) hanya sanggup menghasilkan sebanyak Rp.50 Juta lebih rendah dari pada kalau dianggap tidak terdapat penyusutan. Maka dengan adanya penanaman modal besar Rp.1 milyar, yang sanggup menghasilkan produksi Rp.300 juta, perekonomian tersebut maksimal hanya dapat menaikkan produksi sebanyak rp.250 Juta. Dengan demikian nilai kedua dari perbandingan diantara jumlah pertambahan prodksi dengan penanaman modal yang dilakukan, yang dapat disebutkan sebagai α, adalah Rp.250 juta/1 milyar = 0,25. Nilai α, yang disebutkan sebagai rasio produksi modal, dan merupakan kebalikan dari rasio modal produksi(capital output ratio), adalah nilai yang lebih dipentingkan dalam analisa Harrod-Domar. Nilai tersebut menunjukkan pertambahan efektif kapasitas memproduksi sesuatu negara  yang ditimbulkan oleh penanaman modal baru yang dilakukan dalam suatu tahun tertentu. Berdasarkan penjelasan di atas, maka pertambahan kapasitas alat-alat modal yang efektif (yaitu setelah dikurangi  oleh penyusutan).

PEMBENTUKAN MODAL DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI



PENGANTAR EKONOMI PEMBANGUNAN
( H. Abbas Saleh, SE. M.Si )
PEMBENTUKAN MODAL DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI



          Kebijaksanaan Pembentukan modal yang dilaksanakan oleh Negara Negara berkembang untuk melepaskan diri mereka dari keadaan tidak berkembang dan untuk menciptakan pembangunan yang lebih laju. Berbagai analisis tersebut bolehlah diapandang sebagai suatu kebijaksanaan pembentukan modal dengan melihat persoalannya dari segi pemilihan sektor-sektor yang harus ditekankan dan perkaitan yang perlu diciptakan di antara berbagai proyek, untuk menjamin terciptanya pembangunan yang lancar.
         Dalam masalah ini persoalan pokok yang harus dipecahkan adalah proyek-proyek yang mana yang harus dilaksanakan agar sumber sumber daya yang tersedia dapat diciptakan hasil yang paling optimal dalam mencapai  tujuan pembangunan. Hampir semua ahli Ekonomi menekankan arti penting pembentukan modal (Capital Formation) sebagai penentu utama pertumbuhan ekonomi. Menurut Nurkse arti pembentukan modal adalah masyarakat tidak mempergunakan seluruh aktifitas produksinya saat ini, untuk kebutuhan dan keinginan konsumsi, tetapi menggunaan sebagaian saja untuk pembuatan barang modal; perkakas dan alat, mesin dan fasilitas angkutan, pabrik dan perlengkapannya dan segala macam bentuk modal nyata yang dapat dengan cepat meningkatkan manfaat upaya produktif. Inti proses itu adalah pengalihan sebagian sumber daya yang sekarang ada pada masyarakat  dengan tujuan meningkatkan persediaan barang modal begitu rupa sehingga memungkinkan perluasan output yang dapat dikonsumsi pada masa depan.
          Dari uraian Nurkse tersebut, hanya menyangkut pemupukan modal material dan mengabaikan modal manusia(SDM), Setiap definisi yang tepat harus menyangkut keduanya, menurut Singer, pembentukan modal terdiri dari barang yang nampak seperti Pabrik, alat-alat dan mesin, maupun barang yang tidak Nampak seperti pendidikan yang bermutu tinggi, kesehatan,  tradisi, ilmiah dan penelitian. Pendapat yang sama juga oleh Simon Kuznetdalam ungkapan berikut “ Pembentukan modal domestik tidak hanya menyangkut biaya untuk kontruksi, peralatan dan persediaan dalam negeri, tetapi juga peralatan lain kecuali pengeluaran yang dibutuhkan untuk mempertahankan output pada tingkat yang ada. Ia juga mencakup pembiayaan untuk pendidikan, rekreasi dan barang mewah yang memberikan kesejahteraan dan produktifitas lebih pada individu dan semua pengeluaran masyarakat yang  berfungsi untuk meningkatkan moral penduduk yang bekerja” Jadi istilah pembentukan Modal(Capital) meliputi material dan modak manusia(SDM).
Pentingnya Pembentukan Modal
         Pembentukan atau pengumpulan modal dipandang sebagai salah satu faktor utama dalam pembangunan ekonomi, Menurut Nurkse,lingkarang setan kemiskinan di Negara berkembang dapat digunting melalui pembentukan modal, sebagai akibat dari rendahnya pendapatan Negara-negara berkembang maka permintaan, produksi dan investasi menjadi rendah atau kurang. Hal ini disebabkan kurangnya barang modal dan dapat diatasi dengan pembentukan modal. Lewat itu persediaan mesin, alat-alat dan perlengkapan meningkat, skala produksi meluas sehingga overheat ekonomi dan sosial tercipta. Pembentukan modal membawa pada pemanfaatan penuh sumber-sumber yang ada sehingga dapat menaikkan besarnya output nasional, pendapatan dan pekerjaan, menekan angka inflasi dan defisit neraca pembayaran, serta membuat perekonomian bebas dari beban utang luar negeri.
       Tujuan pokok pembangunan ekonomi  adalah untuk membangun peralatan modal dalam skala yang cukup untuk meningkatkan produktifitas di bidang pertanian, pertambangan, perkebunan, industri dan bidang lainnya, modal juga diperlukan untuk pembangunan sekolah, rumah sakit, jalan raya dan kereta api serta juga infrastruktur lain. Singkatnya pembangunan ekonomi adalah penciptaan modal overhead social dan ekonomi. Hal  ini hanya mungkin jika laju pembentukan modal di dalam negeri cukup cepat yaitu bagian pendapatan atau output yang ada di masyarakat hanya sedikit saja yang digunakan untuk konsumsi dan sisanya ditabung dan diinvestasikan dalam peralatan modal. Sebagaimana ditunjukkan oleh Lewis, masalah pokok dalam teori pembangunan ekonomi adalah proses peningkatan tabungan dan investasi nasional. Investasi dalam peralatan modal tidak hanya meningkatkan produksi tetapi juga kesempatan kerja, pembentukan modal menghasilkan kemajuan teknik yang menunjang tercapainya ekonomi produksi skala luas dan meningkatkan spesialisasi. Pembentukan modal  memberikan mesin, alat dan perlengkapan bagi tenaga kerja yang semakin meningkat. Intinya pembentukan modal memberikan pengaruh yang positif bagi kesempatan kerja.
        Pembentukan modal, menciptakan perluasan pasar. Dalam upaya membantu menyingkirkan ketidak sempurnaan pasar, melalui penciptaan modal overhead social dan ekonomi memotong lingkaran setan kemiskinan baik dari sisi penawaran maupun permintaan, lebih jauh pembentukan modal membuat pembangunan menjadi mungkin terkendali jumlah penduduk terus meningkat dengan pesat. Di Negara berkembang yang berpenduduk tinggi seperti di Indonesia mempunyai keterkaitan antara kenaikan output perkapita dengan rasio modal tenaga kerja. Tetapi di Negara-negara yang bermaksud meningkatkan rasio modal – buruh terpaksa menghadapi dua masalah : (1).Rasio modal-buruh jatuh akibat naiknya penduduk sehingga diperlukan investasi netto yang besar untuk mengatasi kemerosotan rasio tersebut. (2). Pada waktu penduduk meningkat dengan pesat, menjadi sulit untuk mendapatkan tabungan yang cukup untuk memperoleh sejumlah tingkat investasi yang diperlukan karena disebabkan rendahnya pendapatan perkapita yang membuat kecendrungan marginal menabung tetap rendah sehingga satu-satunya jalan dengan mempertinggi laju pembentukan modal.
         Pembentukan modal mengatasi masalah neraca pembayaran. Negara berkembang juga dihadapkan pada masalah neraca pembayaran, sebab kebanyakan Negara tersebut mengeksport barang primer( seperti bahan mentah dan hasil pertanian) dan mengimport hampir semua barang manufaktur dan barang modal. Pembentukan modal domestik merupakan salah satu pemecahan pokok kesulitan neraca pembayaran ini. Dengan mendirikan industri pengganti import, impor atas barang-barang tersebut dapat dikurangi, pada pihak lain dengan meningkatnya produksi segala macam barang konsumsi dan barang modal, maka komposisi eksport menjadi berubah. Bersama-sama dengan hasil pertanian dan bahan mentah industri, eksport barang manufaktur juga berubah. Jadi pembentukan modal membantu ,memecahkan neraca pembayaran.
        Pembentukan modal, dapat menyelesaikan masalah utang luar negeri. Laju pembentukan modal yang cepat, lambat laun dapat mengurangi kebutuhan akan modal Asing karena pembentukan modal pada kenyataannya membantu tercapainya swasembada suatu Negara dan mengurangi beban utang luar negeri. Jika suatu Negara meminjam dari Negara lain untuk jangka panjang, utang tersebut merupakan beban yang berat bagi generasi mendatang. Pada setiap pinjaman, beban utang dari hari ke hari semakin membesar dan hanya bisa dibayar kembali dengan mengenakan pajak yang lebih tinggi. Beban pajak meningkat dan uang mengalir keluar dalam bentuk pembayaran utang. Dan hanya dengan pembentukan modal suatu Negara dapat terlepas dari masalah utang luar negeri.
  Doa Penutup Majelis Ilmu(Kuliah)
سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنِتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
SUBHANAKALLAHUMMA WA-BHIHAMDIKA, ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLAA ANTA, ASTAGHFIRUKA WA-ATUUBU ILAIK
[Maha suci Engkau, Ya Allah. Dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan haq selain Engkau, aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu], melainkan diampuni baginya dosa yang terjadi di majlis itu."(HR. at-Tirmidzi)